Minggu, 07 November 2010

Pemerintah Pusat Kucurkan Rp4,2 Miliar untuk Bibit

8 November 2010

Pemerintah Pusat Kucurkan Rp4,2 Miliar untuk Bibit

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah pusat lewat Kementerian Kehutanan mengalokasikan dana sebesar Rp4,2 miliar untuk pengadaan sekitar 4,5 juta bibit penghijauan dan tanaman kehutanan dalam tahun 2010.

"Pengadaan bibit tersebar pada 85 lokasi yang pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada kelompok di delapan kabupaten dan satu kota di Bali," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali IGN Wiranatha di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, masing-masing kelompok diberikan bantuan sebesar Rp50 juta dengan sasaran pengadaan bibit sebanyak 50.000 pohon.

Namun sebagian besar kelompok mendukung dana bantuan tersebut dengan swadaya, sehingga mampu menyediakan bibit melebihi dari target yang ditetapkan.

IGN Wiranatha menambahkan, penyediaan bibit jutaan pohon itu dengan sasaran mampu menghijaukan lahan seluas 2.375 hektare pada tanah-tanah miliki masyarakat di luar kawasan hutan.

Dalam kawasan hutan sendiri juga dilakukan upaya reboisasi sebagai upaya mendukung Bali menjadi provinsi hijau dan bersih (clean and green).

Kabupaten Karangasem, salah satu dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali yang memiliki lahan kritis, paling banyak memperoleh alokasi pengadaan bibit.

Kelompok tani Dharma Laksana Banjar Nangka Bebandem, misalnya, memperoleh bantuan dana Rp50 juta untuk pengadaan bibit yang diarahkan untuk pengadaan 60.000 pohon.

Menurut ketua kelompok tersebut, I Nyoman Puspa, dana tersebut sebenarnya untuk pengadaan 50.000 pohon.

Namun 40 anggota kelompok mendukung dengan swadaya dengan sasaran mampu melakukan pengdaan bibit melebihi target.

Pengadaan bibit albesia, mahoni dan gamelina akan dibagikan kepada anggota kelompok secara merata untuk ditanam di lahan miliknya masing-masing. Upaya tersebut mempunyai fungsi ganda yakni menghijaukan lahan-lahan kritis dan menghasilkan kayu.

Bali memiliki kawasan hutan seluas 130.686 hektare yang terdiri atas hutan lindung 95.766 hektare (73,28 persen), hutan konservasi 26.293 hektare (20,12 persen) dan hutan produksi 8.626 hektare (6,60 persen).

Luas kawasan hutan tersebut baru 22 persen dari luas daratan Bali, padahal idealnya harus mencapai 30 persen dari luas Pulau Dewata.

Melalui gerakan penghijauan, terutama di lahan-lahan kritis, baik dalam kawasan maupun tanah milik masyarakat, diharapkan mampu menjadikan Bali yang hijau dan bersih serta menjaga ekosistem fungsi kawasan hutan, ujar Wiranatha.

0 Comments:

blogger templates 3 columns | Make Money Online